Cinta Di Antara Dua Dunia: Gus Javar dan Nike Ardilla Bab 7


🌟 Bab 7: Tanda Cinta di Dunia Nyata

Beberapa minggu setelah itu, kehidupan kembali tenang. Tapi sesuatu mulai terjadi.

Suatu pagi, seorang santri kecil bernama Faiq, umur 8 tahun, berlari ke arah Gus Javar.

> “Gus! Tadi waktu saya ziarah ke makam belakang, ada kakak cantik duduk di bawah pohon melati. Dia senyum dan bilang... ‘titip salam buat Gus Javar, ya.’”



Gus Javar kaget, tapi tak menunjukkannya. Ia hanya tersenyum dan mengelus kepala Faiq.

Malamnya, saat berdoa, lampu kamar Gus Javar berkedip sebentar. Dan ketika ia menoleh ke jendela… ada bunga melati yang mekar satu tangkai saja, tepat di tempat dulu Nike pernah “berdiri.”

Ia buka surat kecil yang disimpannya dalam laci. Anehnya, kini ada tulisan baru muncul di bawahnya:

> “Aku tak hadir lagi sebagai bayangan…
Tapi jika suatu hari kau melihat gadis kecil tertawa dalam hujan, atau mendengar lagu yang membuatmu menangis tanpa sebab…
Maka itu aku — menyapamu diam-diam, cinta abadiku.”

— N.A.




---

🕊️ Penutup

Sejak saat itu, Gus Javar hidup sebagai ulama yang sangat lembut dan pemaaf. Ia tak pernah menikah secara lahir. Tapi semua orang tahu, hatinya sudah diisi oleh seseorang yang tak kasat mata.

Dan setiap tanggal 19 Maret, ia selalu duduk diam di taman pesantren… mengenang cinta yang tak biasa. Cinta yang melampaui batas dunia dan akhirat.


---

✨ TAMAT (versi inti)

Comments

Popular Posts