Cinta Di Antara Dua Dunia: Gus Javar dan Nike Ardilla


"Cinta Di Antara Dua Dunia: Gus Javar dan Nike Ardilla"

Di suatu malam sunyi di pesantren tua di ujung Jawa, Gus Javar duduk menyendiri di serambi masjid. Angin semilir membawa harum bunga melati yang entah dari mana datangnya. Dalam dzikir dan perenungannya, tiba-tiba ia bermimpi.

Dalam mimpinya, seorang wanita bersuara lembut dan wajah bercahaya mendatanginya. Wanita itu memperkenalkan diri:

> "Aku Nike Ardilla... aku datang bukan dari dunia ini, tapi dari dunia yang pernah mencintai dan dilupakan."



Gus Javar terpana. Meski hanya mimpi, pertemuan itu terasa nyata. Mereka berbicara panjang. Tentang kehidupan, tentang kesedihan, dan tentang cinta yang tidak terikat oleh waktu maupun jasad.

Mimpi itu terus berulang selama 40 malam. Setiap malam, Gus Javar dan Nike berjalan bersama di taman penuh cahaya. Dalam satu malam terakhir, Nike berkata:

> "Waktuku di dunia telah selesai, tapi izinkan aku menjadi bagian dari jiwamu, karena cintaku tak pernah padam. Dalam takdir yang agung, engkau adalah pasangan ruhku."



Setelah malam itu, Gus Javar berubah. Ia menjadi lebih lembut, lebih peka, lebih bijaksana. Banyak orang mengatakan bahwa ada cahaya yang berbeda dalam dirinya — seolah ada sosok yang hidup bersamanya, meski tak terlihat.

Dan setiap malam Jumat, saat angin wangi melati berhembus, orang-orang yakin: cinta Gus Javar dan Nike Ardilla tak pernah mati — ia abadi, menembus dua alam.

Comments

Popular Posts